Margin Wieheerm membantah anggapan bahwa tas Loro Piana seharga Rp79 juta dibeli setelah Ali Syakieb menjadi Wakil Bupati Bandung. Ia menegaskan aksesori itu sudah dimilikinya ketika Ali belum memasuki dunia politik.
Klarifikasi tersebut berkaitan dengan perhatian publik terhadap gaya hidup keluarga pejabat. Margin menyatakan tas yang dipersoalkan bukan dibeli dengan uang negara.
Respons atas Ulasan Penampilan
Pernyataan Margin muncul setelah sebuah akun Instagram membahas penampilan mewah pejabat publik beserta keluarganya. Akun tersebut turut mencantumkan harga tas yang digunakan Margin dan informasi LHKPN.
Margin mengatakan ia tidak keberatan apabila unggahan itu dimaksudkan sebagai ulasan busana. Namun, ia menilai bagian komentar dapat menjadi tempat berkembangnya opini publik mengenai keluarganya.
Menurutnya, konteks waktu pembelian perlu diperhatikan sebelum publik menarik kesimpulan. Sebab, status Ali saat tas itu diperoleh berbeda dengan statusnya setelah menjadi pejabat publik.
Penjelasan Waktu yang Disampaikan Margin
Margin mengunggah penjelasan melalui Instagram untuk menunjukkan bahwa tas tersebut telah lama dimilikinya. Ia juga menampilkan foto lama saat menggunakan tas Loro Piana tersebut.
Foto itu tercatat diunggah pada 8 Januari 2025. Sementara itu, Ali baru resmi dilantik menjadi Wakil Bupati Bandung pada Februari 2025.
| Waktu | Status atau peristiwa |
|---|---|
| Sebelum Ali berpolitik | Margin menyatakan tas telah dibeli dan menjadi miliknya. |
| 8 Januari 2025 | Foto penggunaan tas diunggah melalui media sosial. |
| Februari 2025 | Ali Syakieb dilantik sebagai Wakil Bupati Bandung. |
Dalam pernyataan yang dikutip Detikcom, Margin menyebut unggahan mengenai tas itu sudah ada sebelum suaminya menjabat. Ia juga mengatakan tas tersebut telah dimiliki jauh sebelum Ali masuk ke politik.
Penjelasan itu sekaligus menanggapi sorotan yang mengaitkan barang mewah dengan posisi Ali sebagai pejabat. Margin menekankan bahwa urutan waktu pembelian dan pelantikan perlu dibaca secara utuh.
Pembelian Saat Masih Menjalani Profesi Lama
Margin menyebut Kesha Ratuliu sebagai sahabat yang mengetahui pembelian tas tersebut. Ia mengatakan keduanya membeli tas dalam waktu yang hampir berdekatan.
Saat itu, Ali masih berprofesi sebagai artis dan Margin bekerja sebagai pembuat konten. Keterangan tersebut digunakan Margin untuk menjelaskan latar kondisi mereka ketika tas itu dibeli.
Margin tidak mengungkap detail tambahan mengenai lokasi atau tanggal pembelian tas. Ia hanya menekankan bahwa kepemilikannya mendahului keterlibatan Ali dalam politik.
Memilih Lebih Berhati-Hati
Margin mengaku memahami bahwa posisi Ali sebagai pejabat publik membawa konsekuensi baru bagi keluarganya. Ia menyatakan lebih berhati-hati dalam memperlihatkan barang mewah melalui media sosial.
Di sisi lain, ia mengatakan kini lebih sering mempromosikan produk lokal. Margin menegaskan sejumlah produk yang dikenakannya dibeli sendiri dan bukan hasil endorsement.
Menurut Margin, pilihan tersebut dilakukan untuk mendukung ekonomi lokal. Pernyataan itu memperlihatkan upayanya menyesuaikan aktivitas di media sosial setelah suaminya menjalankan jabatan publik.






