LMN VFX membuka rekrutmen hingga akhir 2026 di tengah bertambahnya volume proyek yang ditangani studio asal Jakarta tersebut. Langkah ini dilakukan setelah studio terlibat dalam produksi Kung Fu Soccer, film Stephen Chow yang telah ditonton lebih dari 63 juta orang.
Posisi yang tersedia mencakup Houdini FX/Crowd, 3D Environment, 3D Asset, pengembangan tampilan visual, dan compositing. Perekrutan itu membuka kesempatan bagi pekerja efek visual Indonesia untuk bekerja pada proyek berstandar internasional dari dalam negeri.
Kebutuhan Talenta untuk Produksi yang Bertumbuh
Founder dan CEO LMN VFX Andi Wijaya mengatakan perusahaan tidak hanya mencari kemampuan teknis. Studio juga membutuhkan talenta yang memiliki kemauan mempelajari cara kerja standar produksi internasional.
“Kami mencari talenta yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga semangat untuk belajar cara kerja standar produksi internasional,” kata Andi. Informasi lowongan disampaikan secara berkala melalui halaman LinkedIn resmi LMN VFX.
Selain proyek Stephen Chow, studio ini sedang mengerjakan efek visual untuk Dragonlord. Film fantasy punk tersebut merupakan karya sutradara Swedia David Sandberg yang dikenal lewat Kung Fury.
Dragonlord menggabungkan aksi, komedi, dan fiksi ilmiah dengan kebutuhan CGI yang kompleks. Pengerjaan proyek tersebut menjadi salah satu latar belakang meningkatnya aktivitas produksi di LMN VFX.
Peran Jakarta di Film Stephen Chow
LMN VFX ikut berkontribusi pada produksi Kung Fu Soccer, film panjang terbaru arahan Stephen Chow. Keterlibatan ini menambah jejak talenta Indonesia pada proyek film Asia yang telah mencapai pasar internasional.
Hingga pertengahan Agustus 2026, Kung Fu Soccer membukukan pendapatan lebih dari Rp5 triliun. Film itu juga telah ditonton lebih dari 63 juta orang, terutama berkat penayangannya di Tiongkok.
| Kategori | Detail |
|---|---|
| Tanggal rilis Tiongkok | 11 Juli 2026 |
| Tanggal rilis Indonesia | 12 Agustus 2026 |
| Pendapatan hingga pertengahan Agustus 2026 | Lebih dari Rp5 triliun |
| Jumlah penonton | Lebih dari 63 juta orang |
Film tersebut masuk jaringan bioskop Indonesia melalui Encore Films. Proyek ini sekaligus menjadi penyutradaraan film panjang pertama Stephen Chow sejak 2019.
Kung Fu Soccer dikembangkan sebagai penerus spiritual Shaolin Soccer yang dirilis pada 2001. Namun, cerita film baru ini menempatkan tim sepak bola perempuan sebagai pusat kisah.
Rekam Jejak dan Pembelajaran Studio
LMN VFX merupakan bagian dari ekosistem SALY Entertainment dengan pengalaman menangani produksi nasional serta internasional. Di antara portofolio globalnya terdapat Moving, Alice in Borderland, dan One Piece.
Studio tersebut juga mengerjakan Ghost in the Cell, Ratu Ratu Queens, Kabut Berduri, dan Dear David. Judul-judul itu mencakup proyek nasional dan produksi original Netflix.
Co-Founder LMN VFX Fabian Loing menyebut keterlibatan dalam film Stephen Chow sebagai pencapaian penting bagi studio. Ia memandang proyek tersebut sebagai kesempatan untuk mempelajari dinamika industri visual Asia.
Dalam keterangan resmi yang dikutip Media Indonesia pada 17 Agustus 2026, Fabian menyatakan, “Di saat yang sama, proyek ini menjadi langkah kami untuk terus belajar dari perkembangan industri global di Asia, yang saat ini berada di depan dalam banyak aspek produksi visual.” Pengalaman itu memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu tempat kerja bagi kreator VFX yang ingin menangani produksi internasional.






