Kesehatan Mental Melaju di Tengah Kesibukan, 48 Persen Warga RI Kekurangan Waktu

Keterbatasan waktu menjadi kendala terbesar bagi 48 persen responden Indonesia untuk menjaga kebiasaan sehat. Hambatan ini muncul ketika perhatian terhadap kesehatan mental, emosional, dan fisik justru semakin menguat.

Tuntutan pekerjaan juga disebut oleh 36 persen responden sebagai penghalang dalam mempertahankan rutinitas sehat. Kondisi tersebut memperlihatkan adanya jarak antara kesadaran menjaga diri dan kemampuan menjalankannya secara konsisten.

Herbalife APAC Wellness Culture Survey 2026 mencatat 91 persen responden Indonesia memandang kesehatan holistik sangat atau amat penting. Sebanyak 85 persen juga menilai kesehatan yang mencakup dimensi fisik, mental, dan emosional lebih penting dibandingkan tiga tahun lalu.

Motivasi banyak datang dari lingkungan terdekat

Keluarga, teman, dan media sosial menjadi faktor yang paling membantu responden tetap termotivasi menjalani kebiasaan sehat. Dukungan lingkungan dinilai relevan karena perubahan gaya hidup memerlukan proses jangka panjang.

Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan semakin banyak orang memahami hidup sehat secara menyeluruh. “Kini, semakin banyak orang menyadari bahwa hidup sehat tidak hanya berarti aktif secara fisik, tetapi juga menjaga kesehatan mental, emosional, dan pola nutrisi secara seimbang,” katanya dalam keterangan yang dikutip CNN Indonesia.

Menurut Oktrianto, nutrisi yang tepat, gaya hidup aktif, dan dukungan komunitas dapat membantu kebiasaan sehat bertahan lebih lama. Ia juga menilai pengetahuan yang memadai dan komunitas suportif dapat membuat kesehatan lebih mudah diakses serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidur dan nutrisi ikut menjadi perhatian utama

Responden tidak hanya memusatkan perhatian pada aktivitas fisik saat menentukan aspek yang ingin ditingkatkan. Kualitas nutrisi dan pola makan menjadi prioritas tertinggi, disusul kualitas tidur serta kesehatan mental.

Aspek yang Ingin DiperbaikiPersentase
Kualitas nutrisi dan pola makan50 persen
Kualitas tidur49 persen
Kesehatan mental46 persen

Perhatian yang berdekatan pada tiga aspek itu menegaskan bahwa masyarakat melihat pola makan, tidur, psikologis, dan aktivitas fisik sebagai unsur yang saling memengaruhi. Gangguan pada salah satunya dapat memengaruhi kualitas hidup secara lebih luas.

Survei tersebut mencakup lebih dari 10.000 responden dari 11 negara dan wilayah Asia Pasifik. Sebanyak 1.002 responden berasal dari Indonesia.

Penilaian pribadi tetap cenderung optimistis

Mayoritas responden Indonesia menilai kondisi fisik, mental, dan emosional mereka berada dalam kategori baik atau sangat baik. Kesehatan fisik memperoleh penilaian tertinggi, meski angka kesehatan mental berada tidak jauh di bawahnya.

Aspek KesehatanDinilai Baik atau Sangat Baik
Kesehatan fisik77 persen
Kesehatan mental74 persen
Kesejahteraan emosional66 persen

Dalam tiga tahun terakhir, 63 persen responden menyatakan kesehatan fisik mereka membaik. Peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional masing-masing dilaporkan oleh 66 persen responden.

CNN Indonesia menyebut capaian itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan optimisme kesehatan pribadi tertinggi di Asia Pasifik. Tantangan berikutnya adalah membuat perhatian terhadap kesehatan holistik tetap berjalan di tengah keterbatasan waktu dan tekanan pekerjaan.

Baca Juga