Kemenangan atas Aston Villa Bawa PSG ke Rekor yang Baru Ditorehkan 3 Klub

Kemenangan 2-1 atas Aston Villa membawa Paris Saint-Germain ke pencapaian yang hanya pernah diraih dua klub lain. PSG resmi menjadi klub ketiga yang mampu mempertahankan gelar Piala Super Eropa dalam dua musim beruntun.

Les Parisiens mengunci trofi di Stadion Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. Mereka menyusul AC Milan dan Real Madrid yang lebih dahulu mencatatkan keberhasilan mempertahankan gelar tersebut.

PSG Melengkapi Kelompok Tiga Klub

Catatan UEFA menunjukkan daftar juara beruntun kompetisi ini sangat terbatas. Milan memulainya pada 1989 dan 1990, sementara Madrid menjadi klub kedua yang melakukannya pada 2016 serta 2017.

PSG meraih gelar pertama mereka dalam rangkaian ini pada 2025. Setahun kemudian, kemenangan atas Aston Villa mengubah keberhasilan tersebut menjadi catatan dua trofi secara berurutan.

KlubPeriode GelarLokasi Final Kedua
AC Milan1989-1990Format dua leg
Real Madrid2016-2017Skopje pada 2017
PSG2025-2026Salzburg pada 2026

Trofi Kedua Tidak Diperoleh dengan Pola yang Sama

PSG memasuki final 2026 setelah melalui pengalaman dramatis pada edisi sebelumnya. Di Udine pada 2025, mereka tertinggal 0-2 dari Tottenham Hotspur sebelum memaksakan hasil imbang 2-2.

PSG akhirnya memenangi adu penalti dengan skor 4-3 atas Tottenham. Situasi pada final melawan Aston Villa berbeda karena PSG mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Dua hasil itu memperlihatkan variasi tantangan yang dihadapi PSG dalam mempertahankan gelar. Mereka harus bangkit dari ketertinggalan pada satu final dan menjaga keunggulan tipis pada final berikutnya.

Milan Menjaga Trofi Saat Kompetisi Masih Dua Pertandingan

Rekor pertama tercipta pada era ketika Piala Super Eropa belum memakai format satu laga. AC Milan menghadapi Barcelona pada 1989 dan bermain imbang 1-1 di Camp Nou.

Rossoneri kemudian menang 1-0 di San Siro untuk memastikan agregat 2-1. Pada 1990, Milan kembali mengangkat trofi seusai menundukkan Sampdoria dengan agregat 3-1.

Milan bermain 1-1 pada leg pertama melawan Sampdoria sebelum menang 2-0 pada leg kedua. Arrigo Sacchi menangani Milan dalam periode tersebut, ketika klub juga memenangi Piala Champions dua musim berturut-turut.

Madrid Menjadi Penerus Rekor Lebih dari Dua Dekade Kemudian

Real Madrid baru mengulang catatan Milan lebih dari dua dekade setelahnya. Pada 2016, Madrid mengalahkan Sevilla 3-2 setelah pertandingan melewati perpanjangan waktu.

Madrid sempat bermain 2-2 selama 90 menit, lalu Sergio Ramos mencetak gol penyama pada masa tambahan waktu. Dani Carvajal kemudian membawa Madrid menang lewat gol pada perpanjangan waktu.

Pada 2017, Madrid menghadapi Manchester United di Skopje, Makedonia Utara. Gol Casemiro dan Isco membawa Madrid unggul 2-0 sebelum Romelu Lukaku memperkecil skor menjadi 2-1.

Selain gelar 2016 dan 2017, Madrid juga pernah memenangi Piala Super Eropa pada 2014. Kini, PSG berada di samping Milan dan Madrid sebagai pemilik rekor dua gelar berturut-turut dalam kompetisi tersebut.

Baca Juga