Jonatan Christie menempatkan kemampuan beradaptasi sebagai salah satu kebutuhan utama dalam perjalanannya di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026. Pemain Indonesia itu menilai kondisi lapangan hingga karakter shuttlecock dapat menentukan seberapa cepat seorang atlet menemukan performa terbaik.
Tantangan yang dihadapi tidak semata berasal dari lawan di depan net. Arah angin, kondisi arena, karakter permainan lawan, dan shuttlecock menjadi situasi yang harus direspons dengan cepat sepanjang turnamen.
“Jadi memang siapa yang beradaptasi lebih cepat, saya rasa itu yang bisa. Jadi fokusnya adalah untuk meningkatkan performa secepat mungkin,” tegas Jonatan.
Fokus pada adaptasi menjadi bagian dari upayanya memburu medali Kejuaraan Dunia pertama dalam karier. Ajang 2026 akan menjadi penampilan ketujuh Jonatan sejak ia mulai tampil pada 2018.
Target Medali Tidak Dilepas
Jonatan mengakui masih menyimpan rasa penasaran karena belum pernah memenangi medali di Kejuaraan Dunia. Target minimalnya adalah naik podium, meski ia sadar keinginan besar itu harus dikelola dengan tepat.
“Bagi saya pribadi, karena saya masih penasaran dan belum pernah memenangkan medali. Karena hampir beberapa kali, tetapi tidak berhasil. Jadi harapannya minimal mendapat medali,” kata Jonatan.
Kepada sport.detik.com, Jonatan menegaskan bahwa harapan tersebut tidak boleh membuat fokusnya melompat ke penghujung kompetisi. Ia memilih menjadikan pertandingan pertama, lalu pertandingan berikutnya, sebagai prioritas yang harus diselesaikan satu per satu.
“Karena jika harapan dan keinginan terlalu besar, justru fokusnya bukan pada langkah pertama, langkah demi langkah. Jadi memang harus lebih diredam harapannya,” tutur Jonatan.
Penantian yang Sudah Berlangsung Sejak 2018
Pencapaian terbaik Jonatan di Kejuaraan Dunia sejauh ini adalah perempatfinal. Ia mencapai fase tersebut pada 2019, 2022, dan 2025, sedangkan pada edisi lainnya sejak 2018 ia tersingkir di babak 64 besar.
| Tahun | Pencapaian |
|---|---|
| 2019 | Perempatfinal |
| 2022 | Perempatfinal |
| 2025 | Perempatfinal |
| Edisi lainnya sejak 2018 | Tersingkir di 64 besar |
Rekam jejak itu membuat ambisi menembus podium menjadi semakin personal bagi pemain tiga besar dunia tersebut. Namun, Jonatan tidak memandang pengendalian harapan sebagai tindakan untuk meniadakan tujuan.
“Bukan untuk mengubur harapan, tetapi untuk mengetahui di mana tujuannya. Tapi untuk saat ini, pertahankan saja harapan itu. Fokusnya adalah pada pertandingan pertama, pertandingan kedua. Jadi, satu per satu,” ujar juara All England 2024 itu.
Pernyataan Jonatan disampaikan saat berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dengan menjaga ambisi dan mempercepat adaptasi, ia berupaya menghadapi setiap pertandingan dengan permainan yang lebih tenang dan konsisten.






