Gol Tak Menyelamatkan Villa, Keberanian Brian Madjo Lawan PSG Mengirim Sinyal Positif

Gol Brian Madjo belum mampu menyelamatkan Aston Villa dari kekalahan 1-2 melawan PSG di Piala Super Eropa. Namun, penyerang berusia 17 tahun itu meninggalkan kesan kuat lewat keberaniannya untuk terus menekan lawan.

Madjo menjadi pemain Villa yang paling aktif melepaskan tembakan dengan enam percobaan sepanjang laga. Ia tetap mencari peluang, termasuk setelah momen-momen yang tidak berakhir sesuai harapannya di depan gawang.

Dion Dublin melihat reaksi tersebut sebagai kualitas penting bagi seorang penyerang muda. Mantan pemain Manchester United dan Aston Villa itu menilai Madjo tidak larut dalam rasa kecewa ketika tampil di pertandingan besar.

“Ketika Anda memiliki pemain muda yang baru muncul, terutama di panggung sebesar ini saat melawan PSG, berada di posisi mencetak gol dan tidak membiarkan rasa kecewa itu berlarut-larut adalah hal yang luar biasa,” kata Dublin kepada BBC. Ia menilai Madjo dapat kembali fokus setelah sempat memegang kepalanya selama beberapa detik.

Villa Sempat Menyamakan Skor

PSG lebih dulu unggul lewat Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20 dalam pertandingan di Stadion Salzburg, Austria. Aston Villa baru menemukan gol balasan ketika laga mendekati akhir babak pertama.

John McGinn mengirim umpan silang yang disambut Madjo dengan sundulan pada menit ke-45. Gol itu membawa Villa menyamakan skor menjadi 1-1 sebelum kedua tim memasuki jeda.

TimSkor AkhirPencetak Gol
PSG2Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue
Aston Villa1Brian Madjo

Harapan Villa untuk mempertahankan kedudukan imbang tidak berlangsung lama pada babak kedua. Desire Doue mencetak gol pada menit ke-61 untuk mengembalikan keunggulan PSG menjadi 2-1.

Skor tersebut tidak berubah hingga pertandingan berakhir pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. Villa pun harus mengakui keunggulan PSG dalam laga Piala Super Eropa tersebut.

Enam Tembakan sebagai Penanda

Menurut Detik Sport, enam tembakan Madjo merupakan jumlah terbanyak yang dibuat pemain Aston Villa pada laga itu. Data tersebut memperlihatkan bahwa ia menjadi salah satu pusat serangan Villa ketika tim berusaha mengejar hasil.

“Dia cukup berani untuk kembali berada di posisi mencetak gol itu, dan jika dia terus gagal memanfaatkan peluang, itu sama sekali tidak membuatnya takut,” tambah Dublin. Penilaian itu menyoroti keberanian Madjo untuk tetap berada di area berbahaya saat menghadapi pertahanan PSG.

Bagi Aston Villa, hasil akhir tetap menjadi kekecewaan karena gol penyeimbang tidak cukup membawa pertandingan ke arah lain. Bagi Brian Madjo, penampilan ini memperlihatkan ketenangan dan keberanian yang menonjol meski baru berusia 17 tahun.

Baca Juga