Timnas Futsal Indonesia mulai menaikkan tingkat tantangan setelah beberapa tahun mampu bersaing di Asia Tenggara. Program uji coba di Spanyol akan mempertemukan skuad dengan tiga klub asal Spanyol dan Portugal.
Langkah ini diarahkan untuk membangun daya saing menuju Piala Dunia Futsal FIFA 2028. Indonesia tidak hanya mengejar hasil dalam satu laga, tetapi juga pengalaman menghadapi lawan dengan kualitas dan karakter kompetisi berbeda.
Target Jangka Panjang 2028
Kepala Badan Tim Nasional Futsal Indonesia, Andri Paranoan, menyatakan pemusatan latihan di Spanyol bukan agenda sesaat. Ia menekankan bahwa program tersebut merupakan bagian dari fondasi jangka panjang bagi tim nasional.
“Pemusatan latihan di Spanyol merupakan bagian dari program jangka panjang, bukan sekadar agenda sesaat. Setiap langkah yang kami ambil hari ini dirancang untuk membangun fondasi yang lebih kuat dalam mempersiapkan Indonesia menuju Piala Dunia Futsal FIFA 2028,” tutur Andri.
Pemusatan latihan telah dimulai di kawasan Jakarta Utara pada Selasa (28/7/2026). Tahap persiapan itu dirancang untuk mendukung roadmap tim sebelum memasuki agenda pertandingan di Spanyol.
Rangkaian uji coba internasional akan menjadi bahan penilaian atas perkembangan permainan skuad. Pengalaman melawan lawan yang lebih beragam dinilai penting untuk melihat kemampuan Indonesia di luar lingkup Asia Tenggara.
Tiga Tantangan dari Eropa
Dalam program tersebut, Indonesia dijadwalkan menghadapi Palma Futsal dan Noia Futsal dari Spanyol. Lawan ketiga adalah SC Braga, klub yang berasal dari Portugal.
| Klub Lawan | Negara | Tujuan Pertandingan |
|---|---|---|
| Palma Futsal | Spanyol | Mengukur perkembangan tim |
| Noia Futsal | Spanyol | Mengukur perkembangan tim |
| SC Braga | Portugal | Mengukur perkembangan tim |
Kehadiran ketiga klub memberi variasi lawan dalam satu rangkaian persiapan. Tim pelatih dapat melihat bagaimana permainan Indonesia beradaptasi terhadap kualitas lawan dari luar kawasan.
Pelatih Hector Souto menyebut timnya kini perlu mencari ujian yang lebih berat. Menurut dia, Indonesia harus menghadapi tim terbaik dari Eropa dan Amerika Selatan untuk meningkatkan level permainan.
“Kami telah membuktikan bahwa kami mampu bersaing dengan baik di Asia Tenggara. Kini, fokus kami adalah meningkatkan level permainan dengan menghadapi tim-tim terbaik dari Eropa dan Amerika Selatan,” ujar Souto dalam keterangannya.
Pengalaman sebagai Tolok Ukur
Perbedaan kualitas dan karakter permainan lawan diharapkan memberi pengalaman yang relevan bagi Indonesia. Lawatan ini diposisikan sebagai proses untuk mengukur kesiapan, bukan sebagai tujuan akhir program tim nasional.
Bagi Piala Dunia Futsal FIFA 2028, agenda di Spanyol menjadi salah satu pijakan awal dalam persiapan Indonesia. Tim akan menggunakan rangkaian pertandingan tersebut untuk memperkuat fondasi dan menilai arah perkembangan menuju target 2028.






