Bukan Sekadar Pindah Klub, Djed Spence Memilih Inter Milan karena Warisan Trofinya

Sejarah dan koleksi trofi menjadi pertimbangan utama Djed Spence saat memilih Inter Milan. Bek Inggris itu memutuskan meninggalkan Tottenham Hotspur untuk memulai perjalanan baru bersama Nerazzurri.

Spence menilai besarnya Inter terlihat jelas dari prestasi yang telah dibangun klub tersebut. Pandangannya terhadap warisan itu menjadi alasan penting di balik kepindahannya ke Milan.

“Saya jelas tertarik oleh sejarah. Anda cuma harus melihat di belakang kita ke semua trofi itu. Ini klub yang begitu besar,” ujar Spence.

Inter kemudian mengamankan jasa pemain berusia 26 tahun tersebut dengan kontrak hingga 2031. Menurut Detik Sport, proses kepindahannya rampung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, waktu setempat.

Kesepakatan jangka panjang itu mengakhiri masa Spence di Tottenham. Tidak ada informasi mengenai nilai transfer maupun ketentuan lain dalam kesepakatan tersebut.

Arti Kepindahan bagi Spence

Bagi Spence, bergabung dengan Inter memiliki arti yang melampaui perubahan seragam dan kompetisi. Ia menyebut langkah tersebut penting bagi perjalanan kariernya sekaligus keluarganya.

“Ini adalah klub besar dan sebuah langkah besar buat saya dan keluarga saya. Saya senang banget ada di sini dan saya siap untuk memulai,” kata Spence.

Antusiasme itu muncul saat Inter menjadi destinasi baru dalam karier sang bek. Ia menyatakan siap memulai bersama klub yang bermarkas di Milan tersebut.

Pilihan Spence juga memiliki hubungan dengan pengalaman masa lalunya di Stadion Giuseppe Meazza. Sebelum direkrut Inter, ia pernah tampil di arena itu ketika memperkuat Genoa pada 2024.

Giuseppe Meazza Memberi Kesan Khusus

Pertandingan bersama Genoa membuat Spence merasakan langsung atmosfer Giuseppe Meazza. Stadion itu meninggalkan memori tersendiri karena sejarah para pemain besar yang pernah berlaga di sana.

“Saya ingat itu adalah momen yang luar biasa. Begitu banyak legenda sudah bermain di sana,” kata Spence.

Kini ia kembali ke stadion yang sama dalam situasi berbeda. Spence tidak lagi menghadapi Inter sebagai lawan, tetapi menjadi pemain yang akan membela klub tersebut.

“Itu pengalaman yang spesial dan sekarang saya senang bisa kembali sebagai pemain Inter,” lanjutnya. Perubahan status itu melengkapi kepindahan yang didasari kekagumannya terhadap tradisi Inter.

Dengan kontrak hingga 2031, Spence memiliki waktu panjang untuk menjalani fase baru di Milan. Sejarah klub, koleksi trofi, dan pengalaman di Giuseppe Meazza menjadi konteks utama dalam keputusan sang pemain memilih Inter.

Baca Juga