Ketika hasil Francesco Bagnaia belum kembali ke standar terbaiknya, Aprilia justru melihat perpindahan tim sebagai peluang kebangkitan. Tim asal Noale itu percaya proyek baru dapat memberi energi berbeda kepada pebalap yang akan bergabung dengan kontrak jangka panjang mulai 2027.
Pandangan tersebut disampaikan direktur teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, yang menilai fase sulit adalah bagian wajar dari olahraga balap. Bagi Aprilia, kualitas Bagnaia sebagai juara tetap lebih penting daripada penurunan hasil yang sedang terjadi.
Fase Sulit Tidak Menghapus Status Juara
Sterlacchini menekankan bahwa Bagnaia memiliki pencapaian yang cukup kuat untuk mendapat kepercayaan. Ia menyebut pebalap Italia itu sebagai juara dunia tiga kali dalam pernyataannya kepada laman resmi MotoGP.
“Lagi pula, supermudah untuk mempercayai Pecco karena pada akhirnya, dia itu seorang juara dunia tiga kali,” kata Sterlacchini, seperti dilansir sport.detik.com. Ia mengakui Bagnaia menghadapi kesulitan, tetapi tidak menganggapnya sebagai situasi yang luar biasa dalam balap motor.
Menurut Sterlacchini, hal utama dalam periode semacam itu adalah menemukan dorongan baru. Perpindahan ke Aprilia dipandang dapat menghadirkan tantangan yang berbeda bagi Bagnaia setelah bertahun-tahun berada dalam lingkungan yang sama.
“Hal itu kadang terjadi di olahraga ini, dan yang penting adalah menemukan energi yang baru dengan proyek yang baru dan mulai menghadapi tantangan yang lain di dalam hidup Anda,” lanjutnya. Pernyataan itu memperlihatkan alasan Aprilia tetap mantap mengejar kesepakatan dengan sang pebalap.
Catatan Musim Ini Berbeda
Bagnaia memang belum menunjukkan performa dominan seperti yang pernah ia tampilkan bersama Ducati. Catatan musim berjalan memperlihatkan kontras dengan hasil yang diraihnya pada empat musim sebelumnya.
| Periode | Hasil Utama | Situasi |
|---|---|---|
| 2021-2024 | Finis dua besar setiap musim dan dua gelar juara dunia MotoGP | Periode paling kompetitif bersama Ducati |
| Musim ini | Dua kemenangan grand prix dan hasil terbaik finis ketiga | Belum mencapai performa terbaik |
Dalam rentang 2021 hingga 2024, Bagnaia menutup setiap musim di posisi dua besar. Pencapaian itu mencakup dua titel juara dunia MotoGP dan menjadikannya salah satu pebalap dengan rekam jejak kuat.
Pada musim ini, ia baru meraih dua kemenangan grand prix dengan hasil terbaik finis ketiga. Sterlacchini menilai penampilannya tidak sefantastis 2021, 2022, 2023, maupun 2024, tetapi Aprilia tetap melihat potensi pemulihan performa.
Bab Baru pada 2027
Perpindahan Bagnaia akan mengakhiri afiliasinya dengan Ducati yang telah berlangsung selama delapan tahun pada akhir musim. Setelah itu, ia memasuki proyek Aprilia ketika MotoGP bersiap menjalani era regulasi mesin baru.
Perubahan teknis tersebut memberi arti tambahan bagi perekrutan Bagnaia. Aprilia tidak hanya mendapatkan pebalap dengan pengalaman juara, tetapi juga memulai kerja sama pada saat peta kompetisi akan berubah.
Sterlacchini turut menyinggung peran Massimo sebagai negosiator yang dinilainya sangat baik dalam menumbuhkan kepercayaan terhadap proyek tim. Kesepakatan dengan Bagnaia memperlihatkan bahwa arah yang ditawarkan Aprilia diyakini sang pebalap untuk tahap berikutnya dalam kariernya.
Bagi Bagnaia, musim 2027 akan menjadi kesempatan meninggalkan fase sulit melalui tantangan baru. Bagi Aprilia, keputusan tersebut merupakan taruhan pada rekam jejak, pengalaman, dan kemungkinan bahwa energi baru dapat mengembalikan performa Pecco.






