Empat Anggota Dewan FIFA Ikut Dukung Infantino, Kritik Tata Kelola Masih Berjalan

Empat anggota Dewan FIFA termasuk dalam enam pemimpin federasi Arab yang menyatakan dukungan penuh kepada Gianni Infantino. Keterlibatan mereka memberi perhatian khusus pada pernyataan yang muncul menjelang kemungkinan pencalonan kembali Presiden FIFA.

Dukungan tersebut datang saat FIFA masih menghadapi perdebatan mengenai tata kelola dan rencana investasi swasta untuk Piala Dunia yang akhirnya dibatalkan. Infantino diperkirakan tetap berpeluang maju kembali pada kongres FIFA di Maroko tahun depan.

Empat Penandatangan di Dewan FIFA

Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani dari Qatar, Hany Abo Rida dari Mesir, Fouzi Lekjaa dari Maroko, serta Ahmed Yahya dari Mauritania tercatat sebagai anggota Dewan FIFA. Keempatnya menandatangani pernyataan bersama bersama pimpinan federasi Lebanon dan Sudan.

NegaraPimpinan FederasiKeterangan
QatarSheikh Hamad bin Khalifa Al ThaniAnggota Dewan FIFA
MesirHany Abo RidaAnggota Dewan FIFA
MarokoFouzi LekjaaAnggota Dewan FIFA
MauritaniaAhmed YahyaAnggota Dewan FIFA
LebanonHashem HaidarPenandatangan
SudanMoatasem GafarPenandatangan

Enam federasi tersebut menyampaikan pernyataan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Mereka menyatakan kepercayaan pada kepemimpinan Infantino dan komitmennya terhadap pengembangan sepak bola secara global.

Para pemimpin asosiasi itu juga menilai Infantino berupaya memperluas kesempatan di berbagai kawasan. Mereka mengapresiasi peran sepak bola dalam membangun hubungan dan menyatukan komunitas.

Menurut pernyataan yang dikutip AP News dan dimuat Kompas.com, mereka menyatakan dukungan penuh kepada Presiden FIFA. Mereka juga berharap dapat meneruskan kerja sama erat demi masa depan sepak bola dunia yang lebih kuat dan sejahtera.

Polemik Investasi Belum Hilang

Dukungan dari federasi Arab berlawanan dengan tekanan yang muncul setelah proposal investasi swasta senilai 20 miliar dolar AS untuk Piala Dunia dibatalkan. Proposal itu sebelumnya mengundang kritik dari sejumlah pejabat sepak bola.

UEFA, CONCACAF, dan AFC menyampaikan keberatan melalui surat terbuka. Mereka menyebut rencana tersebut sebagai “pelanggaran kepercayaan yang mendasar” dan “penipuan.”

Beberapa federasi nasional kemudian mengambil sikap terhadap prospek pencalonan kembali Infantino. FAI menarik dukungannya, sementara Inggris dan Wales juga melakukan langkah yang serupa.

Irlandia Utara memilih mendukung sikap UEFA dalam persoalan itu. Selandia Baru turut menarik dukungan dan meminta tinjauan independen terhadap FIFA Forward Enterprise.

Proses Pencalonan Berikutnya

Infantino menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016. Kongres FIFA di Maroko tahun depan menjadi forum yang berpotensi menentukan kelanjutan masa kepemimpinannya.

FIFA telah menetapkan 18 November sebagai batas akhir pengajuan pencalonan untuk kandidat penantang. Sampai saat ini, Infantino diperkirakan dapat kembali terpilih tanpa menghadapi lawan.

Pernyataan enam federasi Arab menambah dukungan terbuka dari asosiasi anggota FIFA pada fase menjelang pencalonan. Namun, isu investasi dan tata kelola tetap menjadi bagian dari perdebatan yang mengiringi kepemimpinan Infantino.

Baca Juga