7 Kesalahan Pencahayaan Rumah yang Bisa Menyembunyikan Indahnya Dekorasi

Dekorasi rumah dapat kehilangan daya tariknya ketika sudut ruangan gelap, bayangan terlalu tajam, atau cahaya terasa menyilaukan. Kondisi tersebut dapat terjadi walaupun furnitur dan elemen interior sudah dipilih dengan baik.

Perbaikan tidak selalu berarti menambah jumlah lampu. Penyesuaian warna cahaya, penempatan armatur, penerangan aktivitas, serta aksen visual dapat menentukan tampilan akhir sebuah ruangan.

CNN Indonesia yang mengutip Lit Lamps menyatakan pemilihan lampu sering hanya mempertimbangkan desain dan tingkat terang. Padahal, fungsi ruang perlu menjadi dasar dalam menentukan jenis serta intensitas cahaya.

Masalah PencahayaanAkibat UtamaSolusi Dasar
Lampu plafon tunggalRuang tampak datarGunakan cahaya berlapis
Lampu tidak tepat posisiPenerangan tidak merataSesuaikan dengan area fungsi
Tanpa dimmerCahaya sulit disesuaikanAtur tingkat kecerahan
Tanpa aksenDekorasi kurang menonjolTambahkan sorotan terarah

1. Hanya Mengandalkan Satu Lampu Plafon

Lampu plafon yang ditempatkan di tengah ruang dapat menjadi sumber penerangan utama, tetapi tidak selalu menjangkau seluruh area. Bayangan dan titik gelap yang tersisa dapat membuat dekorasi terlihat kurang berdimensi.

Gunakan beberapa sumber cahaya untuk membentuk penerangan berlapis. Lampu meja, lampu lantai, dan lampu dekoratif dapat melengkapi peran lampu plafon.

2. Mengabaikan Lampu untuk Aktivitas Tertentu

Aktivitas seperti membaca, berdandan, memasak, dan bekerja dengan laptop membutuhkan cahaya yang lebih fokus daripada penerangan umum. Ruang yang tampak terang belum tentu membuat area aktivitas terlihat jelas.

Lampu meja dan lampu baca dapat dipakai untuk kebutuhan personal. Area kerja dapur dapat didukung dengan lampu bawah kabinet agar permukaannya lebih terang.

3. Memilih Warna Cahaya yang Tidak Sesuai

Warm white bernuansa kekuningan dapat digunakan pada ruang keluarga, kamar tidur, dan ruang makan. Karakter cahayanya membantu menciptakan suasana yang hangat serta rileks.

Cahaya netral atau lebih dingin lebih sesuai untuk dapur, kamar mandi, dan ruang kerja yang memerlukan visibilitas lebih jelas. Satu warna lampu untuk semua ruangan dapat membuat suasana pada beberapa area menjadi kurang tepat.

4. Menempatkan Lampu di Lokasi yang Kurang Tepat

Lampu yang baik tetap tidak efektif apabila diletakkan jauh dari bidang yang harus diterangi. Contohnya, lampu gantung yang terlalu tinggi di atas meja makan dapat membuat cahaya tidak terpusat pada permukaan meja.

Kesimetrisan lampu dinding juga perlu diperhatikan agar cahaya menyebar secara lebih baik. Posisi setiap lampu seharusnya mengikuti fungsi dan arah cahaya yang diperlukan.

5. Terlalu Banyak Menggunakan Lampu Downlight

Penggunaan downlight dapat menghasilkan tampilan plafon yang modern dan minimalis. Namun, terlalu banyak downlight membuat cahaya terutama datang dari atas.

Dinding serta sudut ruang masih mungkin terlihat gelap dalam pengaturan tersebut. Lampu lantai, lampu meja, dan lampu dinding dapat membantu menciptakan sebaran pencahayaan yang lebih seimbang.

6. Tidak Menggunakan Dimmer

Intensitas cahaya yang diperlukan pada siang atau saat membersihkan rumah berbeda dengan kebutuhan malam hari. Cahaya terang yang sesuai untuk memasak dapat terasa terlalu kuat ketika penghuni ingin bersantai.

Dimmer switch memberi pilihan untuk mengatur tingkat kecerahan tanpa mengganti lampu. Penggunaannya dapat diterapkan di kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, dan ruang hiburan.

7. Melupakan Aksen Pencahayaan

Semua bagian ruang yang memiliki tingkat terang sama dapat membuat interior terasa polos. Aksen cahaya membantu menonjolkan lukisan, rak buku, tanaman, dinding dekoratif, maupun detail arsitektur.

LED strip, track light, dan picture light dapat digunakan untuk memberi sorotan tersebut. Pengaturan aksen yang terukur membuat dekorasi lebih terlihat tanpa menambah ornamen berlebihan.

Baca Juga