5 Film Indonesia dari Locarno sampai Busan yang Layak Masuk Daftar Tonton

Perjalanan film Indonesia di festival dunia tidak berhenti pada satu jenis cerita atau satu generasi pembuat film. Lima judul berikut membuktikannya melalui penghargaan dari Locarno, Berlin, Venesia, Hainan, Brussels, dan Busan.

Film-film tersebut kini lebih mudah dijangkau karena tersedia di Netflix serta Prime Video. Penonton dapat memilih drama sejarah, kisah relasi kuasa, perjalanan identitas, hingga cerita perempuan yang terjebak dalam kondisi sulit.

JudulTahunPlatform
Kucumbu Tubuh Indahku2018Netflix
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas2021Netflix
Before, Now & Then2022Prime Video
Autobiography2022Prime Video
Pangku2025Netflix

1. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Golden Leopard di Locarno Film Festival 2021 menjadi pencapaian utama Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Penghargaan tertinggi festival itu diraih film arahan Edwin yang diadaptasi dari novel karya Eka Kurniawan.

Tokoh utamanya adalah Ajo Kawir, seorang jagoan yang mencintai Iteung, perempuan petarung. Kisah keduanya bergerak di bawah bayang-bayang rahasia Ajo mengenai disfungsi seksual yang telah lama dialaminya.

Film ini juga menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam kompetisi Tokyo International Film Festival 2021. Dengan klasifikasi usia 17+, film tersebut tersedia di Netflix.

2. Pangku

Pangku menandai debut Reza Rahadian sebagai sutradara film panjang. Pada Busan International Film Festival 2025, film ini memenangkan empat penghargaan sekaligus.

Empat penghargaan tersebut ialah KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Union Award, dan Face of the Future Award. Capaian itu mengiringi cerita Sartika, perempuan hamil yang pergi dari kota asal untuk mengejar kehidupan yang lebih baik.

Bu Maya, pemilik kedai kopi, membantu Sartika sampai melahirkan. Namun, bantuan itu berujung pada jebakan yang membuat Sartika bekerja sebagai pelayan di kedai kopi pangku milik Bu Maya.

Pangku berklasifikasi usia 17+ dan dapat disaksikan di Netflix. Konfliknya memperlihatkan posisi Sartika yang harus bertahan di tengah pertolongan yang memiliki konsekuensi berat.

3. Autobiography

Autobiography mengikuti Rakib yang menjaga rumah kosong milik Purna, seorang purnawirawan. Purna pulang ke kampung untuk mencalonkan diri sebagai bupati dan membuat Rakib terlibat lebih jauh dalam kegiatannya.

Rakib membantu mengurus kebutuhan Purna, menjadi sopir, serta mendukung kampanye tokoh itu. Sebuah kejadian kemudian mengubah cara Rakib memandang Purna yang sebelumnya sangat ia hormati.

Film panjang perdana Makbul Mubarak ini meraih Best Film kategori Asian New Director di Hainan International Film Festival 2022. Makbul Mubarak juga menerima FIPRESCI Prize di Festival Film Venesia 2022.

Autobiography memiliki klasifikasi usia 17+ dan tersedia di Prime Video. Film ini menyoroti dampak relasi personal ketika berhadapan dengan figur berkuasa.

4. Kucumbu Tubuh Indahku

Kucumbu Tubuh Indahku mengisahkan Juno, penari Lengger yang menjalani hidup penuh perubahan setelah ayahnya pergi. Ia bergabung dengan sanggar Lengger Lanang dan menggunakan tari sebagai jalan untuk mengenali dirinya.

Tari Lengger Lanang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, dan dibawakan laki-laki dengan perpaduan ekspresi maskulin serta feminin. Unsur budaya itu menjadi latar penting dalam film garapan Garin Nugroho tersebut.

Film ini meraih Bisato D’Oro Award pada Venice Independent Film Critics 2018 dan Cultural Diversity Award di Asia Pacific Screen Awards 2018. Kucumbu Tubuh Indahku juga mendapat penghargaan film terbaik Festival des 3 Continents 2018.

Film tersebut pernah memicu kontroversi dan petisi penolakan saat tayang di Indonesia. Dengan klasifikasi usia 18+, Kucumbu Tubuh Indahku tersedia di Netflix.

5. Before, Now & Then

Before, Now & Then atau Nana mengambil latar Jawa Barat pada era 1960-an. Nana kehilangan suami saat konflik dan perang pecah, kemudian melarikan diri dari kelompok yang ingin menjadikannya istri.

Ia membangun kehidupan baru bersama Raden Darga, tetapi tekanan keluarga berada tetap membatasi ruang geraknya. Pertemuannya dengan Ino memberi kesempatan bagi Nana untuk memahami dirinya secara lebih bebas.

Film Kamila Andini ini memperoleh Jury Prize di Festival Film Internasional Brussels 2022. Laura Basuki yang memerankan Ino memenangkan Silver Bear kategori Best Supporting Performance di Festival Film Internasional Berlin 2022.

Before, Now & Then tersedia di Prime Video. Kisah Nana menghadirkan pengalaman perempuan yang harus menghadapi kehilangan, tekanan sosial, dan pencarian kebebasan.

Baca Juga